Relasi pada himpunan
dikatakan sebagai relasi ekuivalensi apabila
bersifat refleksif, simetris, dan transitif.
- Relasi
pada himpunan
dikatakan refleksif jika setiap anggota
berelasi dengan dirinya sendiri, atau dapat ditulis
, dengan
Є
.
- Relasi
pada himpunan
dikatakan simetris apabila untuk setiap
dan
di dalam
berlaku jika
maka demikian pula sebaliknya, atau dapat ditulis jika
maka
, dengan
,
Є
.
- Relasi pada
dikatakan transitif apabila untuk setiap
maka berlaku jika
dan
maka
.
Sebagai contoh relasi yang memenuhi ketiga kondisi tersebut sehingga bisa disebut relasi ekuivalensi dalam geometri adalah relasi kesejajaran garis lurus. Selain itu contoh yang terkenal adalah relasi kongruen modulo, seperti berikut.
Diberikan bilangan bulat m ≠ 0, dua buah bilangan bulat dan
dikatakan kongruen modulo (congruent modulo)
jika terdapat bilangan bulat
sedemikian hingga
, atau dengan kata lain
dinotasikan
.
Selanjutnya akan dibuktikan bahwa kongruen modulo merupakan relasi ekuivalensi
- Ekspansi baris atau ekspansi kolom
- Operasi baris elementer atau operasi kolom elementer
- Aturan Sarcul (untuk matriks 3x3)
- Mencari rumus luas segitiga apabila diketahui 3 titik koordinatnya.
1. Ketika menghadapi ujian-ujian semisal ujian sekolah dan semacamnya, nilai yang lebih baik didapat pada soal:
a. Pertanyaan pilihan ganda
b. Pertanyaan esai
a. Sering sekali
b. Jarang sekali
a. Sering
b. Jarang
4. Anda bisa menduga jalan akhir suatu cerita film atau drama tv:
Enak dimakan di pagi hariApalagi dengan jus manggaMelihat engkau di dalam petiTak kuasa kutahan air mata
Mantaplah rasanya takkan tertahanTak akan pernah menjadi raguSaat kuucap salam perpisahanKutatap terus wajah cantikmu
Suatu ketika, ada seorang gadis yang tak henti-henti tertimpa masalah dan kemalangan. Saat satu masalah selesai, masalah yang lain pun dating. Si Gadis sudah tidak tahan lagi dengan kemalangannya. Lalu si Gadis mengadu pada Ayahnya.
Ayahnya, yang juga seorang koki, mengajak si Gadis menuju dapur. Si Gadis pun mengikut saja. Tanpa satu ucapan katapun, sang Ayang bergegas menuju dapur.
Di dapur, sang Ayah mengambil tiga buah panci. Lalu, masing-masing panci diisi dengan air dan diapikan sampai mendidih. Setelah air dalam panci mendidih, panci pertama diisi dengan sebuah kentang, panci kedua diisi dengan sebuah telur, dan panci yang ketiga diisi dengan bubuk kopi. Tiga puluh menit kemudian, kentang diletakkan pada piring, telur juga diletakkan pada piring dan kopi diletakkan pada cangkir.




